Minggu, 04 Oktober 2009

Wawo Membara, Empat Rumah Ludes

Bima, Bimeks.-
Dataran tinggi Kecamatan Wawo Kabupaten Bima membara. Empat rumah panggung di RT 07 RW 04 Desa Pesa Kecamatan Wawo, Minggu (4/10), sekitar pukul 15.00 Wita, ludes terbakar. Empat rumah lainnya yang berdekatan juga terbakar, namun kerusakannya tak terlalu banyak.
Sumber api diduga berawal dari rumah M Sidik Sanudi. Saat kejadian, tidak berada di tempat. Empat rumah yang ludes terbakar adalah milik M Sidik Sanudi, Junaidin Lail, Saadiah, dan Saudah. Empat rumah yang ikut rusak adalah milik Hasiah, Sekretaris Desa (Sekdes) Raba, Jainudin, Syafrudin, dan Idhar.
Mobil pemadam kebakaran yang ditunggu-tunggu warga, dilaporkan baru tiba di lokasi sekitar satu jam setelah api mengamuk hebat. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Untuk menghindari meluasnya api, warga bahu-membahu menyelamatkan rumah lainnya dengan menyiram. Warga juga menurunkan bagian-bagian rumah sekitar lokasi kebakaran.
Rumah Hasiah, salah satu yang terhindar dari musibah, tetapi sebagian atap rumahnya diturunkan. Dia terlihat sibuk mengayunkan tangannya. Kepala Desa (Kades) Pesa, Jamaludin dan Sekdes Pesa, Burhan, juga sibuk mengerahkan warganya untuk membawa air dari rumah masing-masing.
Tidak hanya itu. Ratusan warga yang sedang mengikuti akad nikah dan resepsi di RT 09 desa setempat, berhamburan keluar pesta dan ikut membantu menyiramkan air. Sebagian berlarian menjaga rumah masing-masing.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Wawo, Andi Haris Nasution, SIP, dan beberapa aparat Kepolisian dan anggota Koramil Wawo ikut membantu menjaga dan menyelamatkan areal sekitar kebakaran. Mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi satu jam kemudian.
Saudah, korban kebakaran, mengaku saat kejadian sedang menjaga Saadiah, ibunya, yang sakit, sedangkan Fitri adiknya baru saja hendak memasak dan berteriak ada kebakaran. Dia mendorong ibunya dengan kursi roda dan dibantu dua lelaki yang tidak dikenalnya dan menurunkannya dari tangga rumah.
“Saat itu saya melihat rumah M Sidik sudah berada dalam kobaran api, kemudian merembet ke rumah ibu saya. Lalu rumah saya dan rumah Junaidin yang kini sedang berada di Dompu,” ujar Saudah, istri Ahmad Kudus, yang kini sedang bekerja di Malaysia, usai kebakaran, Minggu.
Saat kejadian, katanya, belum sempat menyelamatkan barang-barang miliknya karena sedang berada di rumah ibunya. Dia mengaku, uang sebesar Rp2 juta lebih kiriman suaminya ikut terbakar, demikian juga ibunya belum lama mendapatkan dikirimi uang dari anaknya di Malaysia sebesar Rp1 juta lebih juga ludes terbakar. Gabah di rumahnya sekitar 100 karung juga habis terbakar. “Syukur kami selamat, soal uang bisa kita cari lagi. Kini saya dan ibu saya tidak memiliki apa-apa lagi,” katanya.
Sekdes Pesa Pesa, Burhan, mengatakan, pendataan nilai kerugian sedang dilakukan. Masing-masing rumah memiliki puluhan karung padi gabah kering, tetapi bersyukur kejadian itu tidak merenggut korban jiwa. “Hingga saat ini kita belum bisa menaksir kerugian akibat kebakaran itu dan sumber api juga sedang ditangani pihak Kepolisian,” katanya di lokasi kebakaran, Minggu.
Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Bima (Pemkab) menyiapkan mobil kebakaran yang ditempatkan pada setiap kecamatan. “Jika terjadi kebakaran seperti ini cepat ditangani,” katanya.
Saat menyelamatkan barang-barangnya, Sekretaris Desa Raba, Jainudin, mengaku uang sebesar Rp2,5 juta dan emas sekitar 20 gram raib entah kemana. Hingga berita ini diturunkan, bersama keluarganya mencari barang berharga itu.
Informasi terakhir dari Plt Camat Wawo, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bima, HM Kurban, SH, sempat mampir di lokasi sepulang dari Kecamatan Sape. “Kadis berjanji akan menyerahkan bantuan untuk korban kebakaran besok pagi,” ujar Camat Wawo melalui handphone (HP), tadi malam. (BE.13)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar